Kamis, 21 Februari 2008

Kamulah Satu-satunya

Tentang Fanatisme Tiada Henti-henti.
Indah (Nirina Zubir) seorang anak SMA dari Kecamatan Bayah adalah seorang gadis muda yang sangat mengidolakan Band Dewa. Tinggal sejak kecil bersama sang kakek Abah Daim (Didi Petet) pemilik warung ikan bakar yang terkenal karena sang ibu pergi ke Jakarta untuk menjadi penyanyi dangdut terkenal tetapi malangnya sang ibu hilang entah kemana.
Cintanya pada Band Dewa membuatnya ingin bejumpa dengan sang pujaan sampai-sampai harus mengikuti kuis bertemu sang idola. Bermodal kupon undian dari kaset dewa Indah yakin dia akan ke Jakarta. Maklum sudah 11 kupon yang dia kirim.
Indah dan seluruh Bayah (paling tidak semua pelanggan warung Abah Daim) sontak berteriak seperti saat Liverpool menyamakan kedudukan 3-3 melawan AC Milan di Final Champion saat mendengar bahwa pemenangnya berasal dari Bayah. Ternyata Baladewa bukan hanya Indah saja. Euis yang hanya mengirim satu kupon menjadi pemenangnya.
Indah kecewa tentunya. Harapannya seolah sirna. Tapi Bowo (Junior) teman satu sekolahnya meyakinkan Indah bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Berkat bantuan Bowo Indah berhasil mendapatkan kupon undian bertemu Dewa tetapi dia harus mengabulkan permintaan Euis. Bowo tampil jadi hero. Bersama Bowo Indah mencuri seember ikan mili Abah Daim untuk diberikan ke Euis sebagai pengganti kupon. Malu besar, sungguh malu besar Abah Daim manakala ikan yang disiapkannya untuk acara Kodim hilang. Reputasinya terbunuh.
Tiket sudah di tangan. Aman. Belum tentu, Abah melarang Indah ke Jakarta dan merampas kupon tersebut. Indah beruntung ada Bowo yang tampak bodoh dan nekat tapi jenius. Dengan bantuan kunci dan hasil menggadai sepedanya Indah bisa ke Jakarta.
Di Jakarta Indah bertemu Pak Mijan yang sudah bertahun-tahun ingin ke Jakarta. Impiannya ingin membuka usaha dengan modak 17 juta. Malangnya, hari pertama, bahkan mungkin jam pertamanya menginjakkan kak di Jakarta dia sudah dirampok dan dipukuli. Pak Mijan tidak lebih berharga dari 17 juta di Jakarta.
Sebagai gadis desa tentu saja Indah tidak selincah anak-anak metropolitan. Dia bahkan tidak tahu kemana dia harus pergi, yang dia tahu dia harus ke Kemang. Seorang Baladewa yang parlente bernama Frenky (Fanny Fadilah) membantu Indah untuk sampai ke Kemang. Tapi Baladewa bukan jaminan kalau dia orang baik. Indah malah ditinggal sendiri di Jakarta dan kuponnyapun harus dicuri.
Akhirnya Indah memang sampai di Kemang dimana jumpa fans diadakan. Tapi tanpa tiket Indah tak bisa masuk. Saat bersamaan Frenky datang. Indah langsung mengejarnya. Dikira maling sontak massa menangkap Frengky dan menghajarnya sampai babak belur. Untunglah Indah mengaku Frengki adalah pacarnya yang selingkuh. Nasibmu Indah harus mengakui sang maling sebagai pacar. Tiketpun didapat. Lagi-lagi Indah harus menahan rasa ingin jumpanya. Dia malah pingsan dan tak jadi melihat sang idola langsung. Tapi ada kabar baik buat Indah, semua biaya di tanggung manajemen sang Idola dan poto Indah saat sekarat dengan sang Idola.
Overall, Kamulah satu-satunya adalah filem yang ringan dan menarik buat ditonton. I recomend it.
Stupid Quotatio: Saat Indah dan Bowo terlambat sekolah dan disetrap guru BP "Hidup adalah perjuangan tiada henti-henti"

Tidak ada komentar: